Selasa, 04 Oktober 2016

Filtrasi karbon adalah

Filtrasi karbon adalah metode filtrasi yang menggunakan lapisan dasar karbon aktif untuk menghilangkan kontaminan dan ketidakmurnian dengan memanfaatkan sifat adsorpsi kimiawi karbon aktif.

Setiap partikel/granul dari karbon memberikan area permukaan yang sangat luas karena struktur pori-porinya, sehingga kontak karbon aktif terhadap kontaminan bisa maksimal. Satu pound (454g) karbon aktif memiliki luas permukaan sekitar 100acres (40Ha).

Karbon aktif bekerja melalui proses yang disebut adsorpsi, yaitu terjadinya molekul polutan (dalam air yang diaplikasikan) dijebak di dalam struktur pori karbon aktif. Filtrasi karbon ini seringkali digunakan pada purifikasi air, purifikasi udara, dan industri pemrosesan gas, misalnya untuk menghilangkan siloxanes dan hidrogen sulfida dari biogas.

Karbon aktif juga digunakan pada beberapa aplikasi, seperti masker alat bantu pernapasan, purifikasi tebu dan pemulihan logam berharga, khususnya emas.

Filter karbon aktif sangat efektif menghilangkan klorin, endapan, senyawa organik volatil (mudah menguap), rasa dan baru dari air. Karbon aktif tidak digunakan untuk menghilangkan mineral, garam, dan senyawa inorganik terlarut.


Ukuran partikel yang bisa dihilangkan menggunakan karbon aktif merentang dari 0.5 hingga 50 mikrometer. Ukuran partikel ini akan dijadikan bagian dari deskripsi filter.

Top 5 Penggunaan Karbon Aktif

Karbon aktif ternyata tidak hanya dikenal dalam industri media filter air saja. Malahan, kami menemukan banyak sekali aplikasi karbon aktif. Di sini kami hanya menampilkan 5 besarnya saja untuk informasi Anda.


1. Memutihkan Gigi

Pernahkan gigimu menguning / ternoda karena konsumsi kopi, teh, atau beri? Karbon aktif membantu memutihkan gigi sekaligus meningkatkan kesehatan mulut dengan cara menyeimbangkan pH di dalam mulut yang merupakan pencegahan gigi berlubang, bau mulut, dan sariawan. Namun perlu diperhatikan, karena karbon aktif akan menodai (permanen, bahkan) kain baju, lantai, dan wastafel Anda. Oleh karena itu, setelah berkumur-kumur, airnya buang ke kain atau wadah yang tidak Anda pakai bersih-bersih sehari-hari.
2. Menghilangkan Kembung
Karbon aktif dapat menghilangkan kembung dan perasaan ‘penuh’ akibat gas berlebih dalam perut. Hal ini karena karbon aktif dapat mengikat produk sisa dari makanan yang menghasilkan gas berlebih tadi. Caranya adalah, dengan mengkonsumsi kapsul karbon aktif seberat 500 mg menggunakan satu gelas air, satu jam sebelum memakan makanan yang biasa menimbulkan gas.

3. Mengobati Keracunan Alkohol

Karbon aktif bukan mengadsorp alkohol, melainkan menghilangkan racun yang tercampur minuman alkohol.

4. Membersihkan Lumut

Apakah Ada lumut dalam tubuh kita? Ada ternyata? Tidak menyangka bukan? Lumut terdapat biasanya di ginjal dan hati, dua organ dalam yang sangat penting dan berkaitan dengan sistem transportasi dalam tubuh kita. Penyakit di kedua organ ini akan berpengaruh hampir ke seluruh jaringan organ dan organ yang ada.

5. Media Filter Air


Tentu ini sudah diketahui oleh Anda sekalian, apalagi Anda pengguna atau supplier karbon aktif. Karbon aktif memang salah satu alternatif media filter air yang murah dan bisa dibuat di rumah sendiri.

Aktivasi Karbon Aktif

Karbon Aktif adalah karbon rekayasa yang memiliki kadar pori-pori kecil yang sangat tinggi dengan tujuan meningkatkan area permukaan adsorpsi. Luas permukaannya adalah dengan skala 1 gram karbon aktif dapat memiliki luas permukaan lebih dari 3000m2. Dengan perlakuan kimiawi, tingkat adsorpsinya bisa ditambah tinggi kembali.

Karbon aktif adalah karbon yang dibuat dari material sumber karbon seperti batok kelapa, kayu, batubara, dan lain-lain. Pembuatannya melalui salah satu dari aktivasi berikut:
  1. Aktivasi Fisik: Material sumber dibentuk dari karbon aktif menggunakan gas panas. Udara kemudian dipaparkan untuk menghabiskan gas, menciptakan karbon aktif yang kering. Secara umum, aktivasi fisik menggunakan satu atau kombinasi dari proses berikut:
    • Karbonisasi: Material dengan konten karbon dipanaskan pada temperatur 600-900oC, biasanya pada atmosfer yang tak bereaksi seperti dengan Argon atau Nitrogen
    • Oksidasi: Material mentah atau material karbon dipaparkan kepada atmosfer pengoksidasi (oksigen atau uap) pada temperatur di atas 250oC, biasanya di rentang 600-1200oC.
  2. Aktivasi Kimia: Material mentah diinjeksi dengan bahan kimia tertentu, biasanya adalah asam, basa kuat, atau garam (asam fosfor, kalium hidroksida, natrium hidroksida, kalsium klorida, dan zinc klorida 25%). Lalu material mentah tersebut dikarbonisasi pada temperatur rendah (450–900oC). Aktivasi kimia ini lebih disukai daripada aktivasi fisik karena membutuhkan temperatur yang lebih rendah dan waktu yang lebih pendek, sehingga produksi lebih efisien.