Selasa, 04 Oktober 2016

Aktivasi Karbon Aktif

Karbon Aktif adalah karbon rekayasa yang memiliki kadar pori-pori kecil yang sangat tinggi dengan tujuan meningkatkan area permukaan adsorpsi. Luas permukaannya adalah dengan skala 1 gram karbon aktif dapat memiliki luas permukaan lebih dari 3000m2. Dengan perlakuan kimiawi, tingkat adsorpsinya bisa ditambah tinggi kembali.

Karbon aktif adalah karbon yang dibuat dari material sumber karbon seperti batok kelapa, kayu, batubara, dan lain-lain. Pembuatannya melalui salah satu dari aktivasi berikut:
  1. Aktivasi Fisik: Material sumber dibentuk dari karbon aktif menggunakan gas panas. Udara kemudian dipaparkan untuk menghabiskan gas, menciptakan karbon aktif yang kering. Secara umum, aktivasi fisik menggunakan satu atau kombinasi dari proses berikut:
    • Karbonisasi: Material dengan konten karbon dipanaskan pada temperatur 600-900oC, biasanya pada atmosfer yang tak bereaksi seperti dengan Argon atau Nitrogen
    • Oksidasi: Material mentah atau material karbon dipaparkan kepada atmosfer pengoksidasi (oksigen atau uap) pada temperatur di atas 250oC, biasanya di rentang 600-1200oC.
  2. Aktivasi Kimia: Material mentah diinjeksi dengan bahan kimia tertentu, biasanya adalah asam, basa kuat, atau garam (asam fosfor, kalium hidroksida, natrium hidroksida, kalsium klorida, dan zinc klorida 25%). Lalu material mentah tersebut dikarbonisasi pada temperatur rendah (450–900oC). Aktivasi kimia ini lebih disukai daripada aktivasi fisik karena membutuhkan temperatur yang lebih rendah dan waktu yang lebih pendek, sehingga produksi lebih efisien.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar